Kurikulum

Menurut Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 49 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi dinyatakan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai capaian pembelajaran lulusan, bahan kajian, proses, dan penilaian yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan program studi. Jika dikaitkan dengan sistem pendidikan tinggi yang telah diuraikan sebelumnya, maka kurikulum dapat berperan sebagai: 1) Sumber kebijakan manajemen pendidikan tinggi untuk menentukan arah penyelenggaraan pendidikannya; (2) Filosofi yang akan mewarnai terbentuknya masyarakat dan iklim akademik; (3) Patron atau pola pembelajaran, yang mencerminkan bahan kajian, cara penyampaian dan penilaian pembelajaran; (4) Atmosfer atau iklim yang terbentuk dari hasil interaksi manajerial PT dalam mencapai tujuan pembelajarannya; (5) Rujukan kualitas dari proses penjaminan mutu; serta (6) ukuran keberhasilan PT dalam menghasilkan lulusan yang bermanfaat bagi masyarakat. Dari penjelasan ini, nampak bahwa kurikulum tidak hanya berarti sebagai suatu dokumen saja, namun merupakan suatu rangkaian proses yang sangat krusial dalam pendidikan.

Kurikulum Program studi Pendidikan Bahasa Arab UIN Sumatera Utara Medan berlandaskan pada Kurikulum Berbasis KKNI. Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia atau disingkat KKNI merupakan kerangka penjenjangan kualifikasi kompetensi yang dapat menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan bidang pelatihan kerja serta pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor. Pernyataan ini ada dalam Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia. Sangat penting untuk menyatakan juga bahwa KKNI merupakan perwujudan mutu dan jati diri Bangsa Indonesia terkait dengan sistem pendidikan nasional dan pelatihan yang dimiliki negara Indonesia. Maknanya adalah, dengan KKNI ini memungkinkan hasil pendidikan, khususnya pendidikan tinggi, diperlengkapi dengan perangkat ukur yang memudahkan dalam melakukan penyepadanan dan penyejajaran dengan hasil pendidikan bangsa lain di dunia.

 

Jumlah SKS, Masa Studi, dan Proses Pembelajaran

1. Jumlah SKS

Jumlah SKS untuk program studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) tahun akademik 2016/2017 adalah 156 SKS.

Pembelajaran yang Berpusat pada Mahasiswa dikenal dengan istilah Student centre learning (SCL). Konsep ini telah dikembangkan oleh Para pemikir pendidikan Seperti JohnDewey,Jean Piaget,dan Vygostky yang karyanya terfokus pada bagaimana mahasiswa belajar, bertanggung jawab atas gerak perubahan cara pembelajaran dari yang terpusat pada dosen menjadi terpusat pada mahasiswa, yaitu student centered learning (SCL).

Konsep ini juga sesungguhnya sudah tertuang dalam Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional mengisyaratkan adanya karakteristik  SCL. Di dalam Bab III pasal 4 ayat (3) terdapat ketentuan tentang penyelenggaraan pendidikan, sebagai berikut: Pendidikan diselenggarakan sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Selanjutnya dalam pasal 4 ayat (4) terdapat ketentuan bahwa Pendidikan diselenggarakan dengan memberi keteladanan, membangun kemauan, dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran.

Proses Pembelajaran yang Berpusat pada Mahasiswa merupakan  strategi pembelajaran yang menempatkan mahasiswa sebagai subyek/peserta didik yang aktif dan mandiri, dengan kondisi psikologis sebagai pelajar dewasa, bertanggung jawab sepenuhnya atas pembelajarannya, serta mampu belajar  di luar kelas. Dengan prinsip-prinsip ini maka para mahasiswa diharapkan memiliki dan menghayati jiwa belajar sepanjang hayat (life-long learner) serta menguasai hard skills dan soft skills yang saling mendukung. Di sisi lain, para dosen beralih fungsi menjadi fasilitator, termasuk sebagai mitra pembelajaran, tidak lagi sebagai sumber pengetahuan utama.

Secara operasional, dalam Proses Pembelajaran yang Berpusat pada Mahasiswa, para mahasiswa memiliki keleluasaan untuk mengembangkan segenap potensinya (cipta, karsa dan rasa), mengeksplorasi bidang/ilmu yang diminatinya, membangun pengetahuan serta kemudian mencapai kompetensinya melalui proses pembelajaran aktif, interaktif, kolaboratif, kooperatif, kontekstual dan mandiri.

PBA dengan berbagai media dan informasi telah menyampaikan dan menghimbau untuk melakukan proses pembelajaran dengan berprinsip kepada pendekatan SCL. Untuk semua Dosen yang mengajar di Prodi PBA diharapkan mampu dan menguasai langkah-langkah pembelajaran yang menggunakan pendekatan SCL.Menurut Brandes ada tujuh langkah dalam proses penerapan  Student Centered Learning (SCL) sebagai berikut :

 

  1. Motivation

 

  1. Establishing Trust 

Penilaian yang dilakukan pada tahapan  student centered learning dilakukan terhadap dua pihak yaitu gaya mengajar guru dan tingkat ketertarikan siswa terhadap pelajarandiberikan. Dalam menilai gaya mengajar guru dapat dilakukandengan mengisi lembar penilaian pribadi atau meminta siswauntuk menilai gaya mengajar guru..

 

 4. Accepting Resistance

Perencanaan pembelajaran yang dinegosiasikan bersama-samadengan siswa dapat meningkatkan kesadaran pada siswa bahwa ia adalah pemilik pembelajaran. Jika pendapat siswadihargai, siswa akan merasa dirinya berharga.

 

Salah satu cara untuk membentuk rasa tanggung jawab padasiswa adalah dengan berbagi masalah dan menemukan solusi bersama. Setelah masalah menjadi milik bersama, siswa diberikesempatan untuk mengeksplorasi dan menyelesaikannya.Dalam kelas reguler yang memiliki waktu yang relatif terbatas, siswa dapat dikelompokkan menjadi beberapakelompok kecil sehingga setiap siswa mendapat kesempatanuntuk berpendapat..

 

7. Contracts

Kontrak merupakan langkah puncak dari tahapan ini. Kontrak ini tidak bermaksud untuk memberikan ancaman maupunsanksi tapi lebih kepada menetapkan aturan dasar dan perjanjian tertentu dalam proses pembelajaran. Apabila siswamengalami kegagalan dalam melaksanakan pekerjaannya,maka dilakukan negosiasi dalam kelompoknya untuk mengatasinya. Guru akan turun tangan apabila terjadi konflik sehingga harus dimediasi.