Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447H: Momentum Silaturahmi dengan Sesama

Gema takbir yang berkumandang mengiringi datangnya Hari Raya Idul Fitri 1447 H menandai hari kemenangan spiritual umat Islam setelah sebulan penuh ditempa di madrasah Ramadan. Momen fitri ini bukan sekadar perayaan kebebasan dari menahan lapar dan dahaga, melainkan sebuah titik balik untuk kembali kepada kesucian jiwa. Sesuai dengan tema “Momentum Silaturahmi dengan Sesama,” Idul Fitri tahun ini menjadi pengingat yang indah betapa pentingnya merajut kembali tali persaudaraan yang mungkin sempat renggang. Silaturahmi di hari yang mulia ini adalah wujud syukur yang diaplikasikan melalui kelapangan dada untuk melebur segala khilaf dalam lautan maaf yang tulus.

DSilaturahmi memiliki dimensi komunikasi dan bahasa yang sangat mendalam. Bahasa Arab, yang menjadi napas keilmuan di prodi ini, mengajarkan konsep kalimatun thayyibah (perkataan yang baik) sebagai fondasi utama dalam berinteraksi sosial. Civitas akademika PBA UINSU memandang bahwa silaturahmi di hari raya adalah wujud nyata dari keindahan “bahasa hati” yang diekspresikan melalui lisan. Ketika lisan yang fasih mengucapkan doa Taqabbalallahu minna wa minkum (Semoga Allah menerima amal ibadah kami dan amal ibadah kalian), saat itulah terbangun jembatan ukhuwah yang kokoh antarmanusia, melampaui berbagai sekat perbedaan.

Lebih dari sekadar tradisi saling mengunjungi, momentum silaturahmi ini harus dimaknai sebagai upaya integrasi sosial yang selaras dengan paradigma keilmuan Wahdatul ‘Ulum (Integrasi Ilmu) yang diusung oleh UINSU. Dalam kehidupan yang dinamis ini, meluangkan waktu untuk duduk bersama, merendahkan hati, dan saling memaafkan adalah oase yang menyegarkan jiwa sekaligus mempererat harmoni di tengah masyarakat majemuk. Pendidikan Bahasa Arab tidak hanya mengajarkan tata bahasa (nahwu dan sharaf), tetapi juga tata krama (adab) dalam memanusiakan manusia, di mana puncak dari adab tersebut adalah kemampuan untuk menjaga tali silaturahmi yang menumbuhkan empati dan persatuan.

Pada akhirnya, Idul Fitri adalah panggung pembersihan batin tempat kita meluruhkan ego demi menyambut rida Ilahi. Sebagai penutup yang memantik perenungan, mari kita resapi nasihat indah dari ulama besar Imam Hasan Al-Basri yang berpesan, “Jauhilah sifat dendam, sebab ia adalah penyakit hati yang merusak amal kebaikan, dan jadikanlah sikap pemaaf sebagai perhiasan dirimu.” Mewakili keluarga besar Prodi Pendidikan Bahasa Arab UINSU Medan, kami mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Mohon maaf lahir dan batin, semoga momentum silaturahmi ini mengembalikan kita menjadi pribadi yang fitrah dan terus menebar kebaikan melalui lisan maupun perbuatan.